Posted in ARTIKEL

Kain Lurik

lurik-11.jpg
http://anisalurik.com/blog/mengapa-fashion-designer-sangat-gemar-akan-kain-lurik/

Kain lurik merupakan kain tradisional khas Jawa Tengah. Kain lurik umumnya memiliki motif garis-garis atau kotak-kotak maupun polos dengan warna yang suram dan diselingi dengan aneka benang berwarna. Kata lurik berasal dari dari kata rik yang artinya garis atau parit yang dimaknai sebagai pagar atau pelindung bagi si pemakainya.

Kain lurik diperkirakan berasal dari pedesaan Jawa dan merambah ke lingkungan keraton. Terdapat beberapa situs yang menunjukkan eksistensi dari kain lurik yaitu pada beberapa situs kerajaan Majapahit, cerita pada Wayang Beber, beberapa relief candi Borobudur dan pada sebuah prasasti yang ditinggalkan oleh Raja Erlangga. Dulunya kain lurik hanya berwarna hitam, putih, maupun kombinasi keduanya. Namun seiring perkembangannya muali ditemukan warna nila, biru tua, dan coklat.

Kain lurik sendiri saat ini memiliki banyak motif diantaranya adalah klenting kuning, lasem, kinanti, kembang telo, kembang mindi, kembang bayam, kijing miring, ketan salak, ketan ireng, dan masih banyak lagi. Ada juga corak lurik yang digunakan oleh para abdi dalem yaitu corak telu-pat.

Pada zaman sekarang kain lurik sudah berkembang pesat menjadi berbagai model pakaian yang lebih kekinian dan trendi. Kain lurik sekarang sudah menjelma menjadi gaun, kemeja, jaket, rok, dan aneka fashion item lainnya yang menarijk perhatian anak muda unuk memakai dan melestarikan kain lurik.

Sumber : http://www.kain-lurik.com/artikel/6-sejarah-lurik

 

Advertisements